ORIK: Jangan Biarkan Oknum Rusak Program Seni dan Kebudayaan di Tebo
![]() |
| Ahmad Firdaus, Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK). |
TEBO – Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bidang Kebudayaan, agar tidak menganggap komunitas serta penggiat seni dan budaya sebagai saingan.
Hal tersebut disampaikan Firdaus menyusul keluhan dari sejumlah komunitas dan penggiat seni budaya di Kabupaten Tebo terkait sikap oknum pegawai di lingkungan Disdikbud.
Menurut Firdaus, seharusnya pemerintah daerah menjalin kemitraan dengan komunitas dan penggiat seni budaya agar kemajuan kesenian dan kebudayaan di Tebo dapat berjalan secara kolaboratif.
“Seharusnya Pemkab Tebo menjadi mitra komunitas maupun penggiat seni dan budaya agar Tebo lebih maju. Jujur, kita miris sekali mendengar curhatan komunitas dan penggiat seni budaya soal kelakuan oknum pegawai Disdikbud Tebo,” kata Firdaus, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, peran pemerintah seharusnya adalah memfasilitasi dan membuka ruang bagi komunitas, bukan justru memonopoli program kebudayaan.
“Pemerintah seharusnya memfasilitasi komunitas dan penggiat seni budaya, bukan mereka yang membuat program dan mereka pula yang menjalankan program tersebut. Nantinya mereka juga yang menikmati program tersebut. Ini seperti jeruk makan jeruk,” ujarnya.
Untuk itu, Firdaus meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Tebo agar melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program dan kegiatan bidang kebudayaan di Disdikbud Tebo.
“Kalau ada yang salah, segera dibenahi. Jangan sampai misi dan visi Bupati Tebo yang salah satunya memajukan kesenian dan kebudayaan gagal gara-gara moral oknum yang tidak beres di bidang kebudayaan,” tegasnya.
Menurut Firdaus, kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan komunitas menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem seni dan budaya yang maju, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Tebo. ***

Posting Komentar